Satu lagi band Indonesia yang memiliki nama unik, yaitu “Efek Rumah Kaca.” Band yang berpersonilkan Cholil (Vokal/Gitar), Adrian (Bass), dan Akbar (Drum) ini berdiri pada tahun 2001 dan telah mengelami beberapa perubahan mulai dari personil hingga nama band.
Pada awalnya, band ini dibentuk dengan nama “Hush” akan tetapi seiring dengan terjadinya perubahan personil, band ini berganti nama menjadi “Superego.” Namun nama tersebut bukanlah perubahan nama terakhir bagi band ini. Pada tahun 2006, mereka mulai menelurkan album dan dalam album tersebut terdapat lagu yang berjudul “Efek Rumah Kaca.” Atas saran dari manager mereka Bin Harlan Boer (ex vokalis C’mon Lennon), maka diambilah “Efek Rumah Kaca” sebagai nama band mereka, menurutnya nama tersebut cocok dengan konsep lagu mereka yang cenderung mengkritisi kondisi alam.
Efek Rumah Kaca memiliki perbedaan sendiri dalam lagu-lagu yang disuguhkannya. Lagu-lagu mereka tidak hanya membahas masalah percintaan yang seakan menjadi mayoritas konsep lagu di tanah air ini. Band ini lebih cenderung mengangkat konsep yang ekstrim seperti gay, polusi, pemanasan global, hingga tentang perjuangan aktivis Munir.
Untuk debut albumnya sendiri dimulai pada Oktober 2007 dengan judul self-title “Efek Rumah Kaca” dibawah naungan Paviliun Record. Dalam album tersebut disuguhkan 12 lagu yang sebelumnya telah mereka tulis sejak tahun 1998.
Bagi “Efek Rumah Kaca” warna musik mereka adalah pop karena mereka merasa tidak mengunakan banyak distorsi dalam lagu-lagu mereka seperti selayaknya musik rock. Akan tetapi kebanyakan orang menyimpulkan kalau warna musik mereka itu adalah post-rock dan sebagian orang lagi menyebut shoegaze. Tergantung apa yang kalian dengar, yang pasti band ini memiliki kretifitas yang tercermin dalam lirik-lirik lagunya.
Pada awalnya, band ini dibentuk dengan nama “Hush” akan tetapi seiring dengan terjadinya perubahan personil, band ini berganti nama menjadi “Superego.” Namun nama tersebut bukanlah perubahan nama terakhir bagi band ini. Pada tahun 2006, mereka mulai menelurkan album dan dalam album tersebut terdapat lagu yang berjudul “Efek Rumah Kaca.” Atas saran dari manager mereka Bin Harlan Boer (ex vokalis C’mon Lennon), maka diambilah “Efek Rumah Kaca” sebagai nama band mereka, menurutnya nama tersebut cocok dengan konsep lagu mereka yang cenderung mengkritisi kondisi alam.
Efek Rumah Kaca memiliki perbedaan sendiri dalam lagu-lagu yang disuguhkannya. Lagu-lagu mereka tidak hanya membahas masalah percintaan yang seakan menjadi mayoritas konsep lagu di tanah air ini. Band ini lebih cenderung mengangkat konsep yang ekstrim seperti gay, polusi, pemanasan global, hingga tentang perjuangan aktivis Munir.
Untuk debut albumnya sendiri dimulai pada Oktober 2007 dengan judul self-title “Efek Rumah Kaca” dibawah naungan Paviliun Record. Dalam album tersebut disuguhkan 12 lagu yang sebelumnya telah mereka tulis sejak tahun 1998.
Bagi “Efek Rumah Kaca” warna musik mereka adalah pop karena mereka merasa tidak mengunakan banyak distorsi dalam lagu-lagu mereka seperti selayaknya musik rock. Akan tetapi kebanyakan orang menyimpulkan kalau warna musik mereka itu adalah post-rock dan sebagian orang lagi menyebut shoegaze. Tergantung apa yang kalian dengar, yang pasti band ini memiliki kretifitas yang tercermin dalam lirik-lirik lagunya.


0 komentar:
Posting Komentar