10 Ombak terindah
Pendapatan Film-film Harry Potter Dari Seri 1 - 7
Harry Potter and Sorcerer’s Stone dibuka pada tanggal 16 November 2001.Harry Potter and the Sorcerer's Stone adalah sebuah film yang sangat sukses di tahun 2001 yang diangkat dari novel fantasi J. K. Rowling.Film ini meraih pendapatan sebesar $968,657,891.

Harry Potter and the Chamber of Secrets, adalah seri kedua dari tujuh seri yang direncanakan dari buku fantasi karya pengarang kelas dunia J.K.Rowling.Film ini dirilis pada tanggal 3 November 2002. Disutradari oleh Chris Culumbus.Dengan jumlah pendapatan sebesar $878.643.482 .
Harry Potter and the Prisoner of Azkaban adalah petualangan di tahun ketiga Harry Potter di Sekolah Sihir Hogwarts yang ditulis oleh J.K.Rowling. Film ini dirilis pada tanggal 4 Juni 2004.Semua aktor dari dua film sebelumnya kembali berperan di film ini, kecuali peran Dumbledore yang diberikan kepada Michael Gambon untuk menggantikan Richard Harris yang telah meninggal dunia. Disutradari oleh Alfonso CuarĂ³n, film ini lebih gelap dibandingkan 2 film Harry Potter sebelumnya. Dengan Pendapatan $789,458,727 atau GB£403,45 juta.
Harry Potter and the Goblet of Fire adalah film keempat dari seri Harry Potter yang diadaptasi dari penulis best-seller J.K Rowling. Disutradarai oleh Mike Newelldan dirilis pada tanggal 18 November 2005. Tiga hari setelah dirilis, film ini memperoleh pendapatan kotor sebesar 102 juta dolar AS, pendapatan untuk minggu pertama yang paling tinggi diantara film Harry Potter yang lain. Film ini mendapatkan nominasi untuk Best Art Direction di ajang Academy Award 2006. Film ini memperoleh pendapatan sebesar $896.016.159 .
Harry Potter and the Half-Blood Prince adalah film keenam dari seri film Harry Potter yang ditulis oleh J.K.Rowling. Film ini dirilis di bioskop-bioskop seluruh dunia pada 15 Juli 2009.Film ini disutradarai oleh David Yates yang juga menyutradarai film kelima, The Order of the Phoenix.Film ini dibuka dengan kesuksesan komersial dan memecahkan rekor pendapatan film pembukaan terbesar sepanjang masa. Dalam lima hari film ini juga memecahkan rekor pendapatan lima hari terbesar dari seluruh dunia. Film ini juga didedikasikan untuk aktor Rob Knox, yang memerankan Marcus Belby dalam film ini, dan terbunuh pada Mei 2008. Dengan pendapatan sebesar $933,956,980 .
Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1 adalah seri ketujuh dari buku fantasi karya pengarang kelas dunia J.K.Rowling. Di rilis pada tanggal 19 November 2010.Buku ke-7 serial Harry Potter yang menjadi buku terakhir dari kisah Harry Potter. Namun, dalam film, khusus Harry Potter and the Deathly Hallows akan dibuat dua bagian. Film ini juga disutradarai oleh David Yates yang juga berada di balik film Harry Potter and the Order of Phoenix dan Harry Potter and the Half Blood Prince. Film ini sukses bercokol di puncak Box Office Amerika dengan meraup pendapatan senilai US$125 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun dan berhasil menduduki peringkat puncak box office. Film tersebut menduduki peringkat ke enam dalam deretan film terlaris dalam minggu perdananya. Waaauuu dalam minggu pertama sudah mencapai pendapatan Rp 1,1 triliun.
kamar gelap
| |
ALBUM KEDUA EFEK RUMAH KACA: KAMAR GELAP
Efek Rumah Kaca kembali memotret ragam fenomena sosial di album kedua bertajuk Kamar Gelap. Masih bermain di area pop, ditambah sedikit arsiran indie rock, punk, progressive rock, dan jazz.
Titel album Kamar Gelap diambil dari lagu berjudul sama di album kedua ini. Kamar Gelap adalah representasi konsep bermusik Efek Rumah Kaca (ERK), yaitu memotret realitas. Untuk menyempurnakannya, ERK berkarya bersama Angki Purbandono – seorang seniman berbasis fotografi dari Ruang MES 56, Yogyakarta- yang menangani arahan seni kemasan album ini. Sebuah paket musik dan fotografi.
Ada 12 lagu di Kamar Gelap, setiap komposisi musiknya dirancang untuk mendukung tema dan lirik lagunya, begitupun sebaliknya.
”Tubuhmu Membiru... Tragis”
Lagu pembuka, bercerita tentang orang yang selalu berada ”di ketinggian” dan mendengar suara-suara menghasut. Halusinatif.
”Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa”
Lagu cinta yang gusar dengan gitar berdistorsi. Tentang tarik menarik pemaksaan kehendak; ”kau belah dadaku/ mengganti isinya/ hisap pikiranku/ memori terhapus...”
”Mosi Tidak Percaya”
Orang-orang yang kita pilih dan percaya untuk menyuarakan kepentingan kita, ternyata bagai tercebur ke dalam kolam racun. Geram sejak lirik-lirik pertama; ”Ini masalah kuasa/ Alibimu berharga/ Kalau kami tak percaya/ Lantas kau mau apa?”, lalu mengajak sing- a long bertubi-tubi ”Ini mosi tidak percaya/ Kami tak mau lagi diperdaya”. Lagu yang langsung. Gemuk aroma punk rock.
”Lagu Kesepian”
”Ku tak melihat kau membawa terang yang kau janjikan...” Lagu cinta, tentang janji tak digenapi. Dominasi nuansa akustik.
”Hujan Jangan Marah”
Lagu tertua di album ini, diciptakan tahun 1999 ketika banjir terjadi di Jakarta. Lagu ini adalah doa, agar alam tidak lekas marah. Harapannya, hujan turun sesuai siklusnya. Sayang, manusia merusak itu. Komposisi musik sangat terpengaruh oleh gaya ”pop progresif Indonesia” yang sempat popular di era 70-an.
”Kenakalan Remaja di Era Informatika”
Video phone sex semakin merajalela, saatnya bersikap dewasa terhadap teknologi. Single pertama album ini.
”Menjadi Indonesia”
Kapankah Indonesia bangun dari tidur? Nuansa patriotis, judul lagu terinspirasi dari judul yang sama pada buku karangan Parakitri T. Simbolon.
”Kamar Gelap”
Kenyataan, fotografi, dan sisi gelap-terangnya.
”Jangan Bakar Buku”
”Karena setiap lembarnya mengalir berjuta cahaya...” Negara ini punya sejarah yang panjang tentang pembakaran buku. Menurut kami, buku untuk dibaca, bukan dibakar, apa pun alasannya. Turut serta Ade Firza Paloh dari SORE pada vokal dan Iman Fattah (LAIN, Zeke And The Popo) pada gitar.
”Banyak Asap di Sana”
Tentang pemerataaan sumber daya/ekonomi yang seringkali menyebabkan para pemuda pemudi lari ke kota dan menggantungkan cita-citanya di sana. Hanya nama itu berulang di kepala: ”kota...kota...kota..”.
”Laki-laki Pemalu”
Ungkapan cinta tak sempat terucap. Diiringi alunan waltz malu-malu. Ramondo Gascaro dari SORE bermain keyboard. Ade Firza Paloh menyudahi lagu dengan vokal latar yang tenang.
”Balerina”
Hidup bagai balerina, adalah keseimbangan. Petikan gitar jangly menari-nari, menjadi penutup album ini.
Selamat menikmati Kamar Gelap. Dirilis Jumat, 19 Desember 2008 oleh Aksara Records.
*Efek Rumah Kaca adalah: Cholil (vokal, gitar), Adrian (bas, vokal latar), dan Akbar (drum, vokal latar). Album debut Efek Rumah Kaca dirilis September 2007 oleh Paviliun Records, menuai cukup banyak respon positif dari kalangan media, kritikus, dan pendengar musik Indonesia. Mengantarkan Efek Rumah Kaca tampil di sejumlah kota di Indonesia pada sepanjang 2008, sekaligus antara lain meraih MTV Indonesia Awards 2008, “Rookie of The Year 2008” versi Rolling Stone Indonesia, dan nominator AMI Awards 2008.
Press Realease - ERK Read Selanjutnya :D
kamar gelap
| |
ALBUM KEDUA EFEK RUMAH KACA: KAMAR GELAP
Efek Rumah Kaca kembali memotret ragam fenomena sosial di album kedua bertajuk Kamar Gelap. Masih bermain di area pop, ditambah sedikit arsiran indie rock, punk, progressive rock, dan jazz.
Titel album Kamar Gelap diambil dari lagu berjudul sama di album kedua ini. Kamar Gelap adalah representasi konsep bermusik Efek Rumah Kaca (ERK), yaitu memotret realitas. Untuk menyempurnakannya, ERK berkarya bersama Angki Purbandono – seorang seniman berbasis fotografi dari Ruang MES 56, Yogyakarta- yang menangani arahan seni kemasan album ini. Sebuah paket musik dan fotografi.
Ada 12 lagu di Kamar Gelap, setiap komposisi musiknya dirancang untuk mendukung tema dan lirik lagunya, begitupun sebaliknya.
”Tubuhmu Membiru... Tragis”
Lagu pembuka, bercerita tentang orang yang selalu berada ”di ketinggian” dan mendengar suara-suara menghasut. Halusinatif.
”Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa”
Lagu cinta yang gusar dengan gitar berdistorsi. Tentang tarik menarik pemaksaan kehendak; ”kau belah dadaku/ mengganti isinya/ hisap pikiranku/ memori terhapus...”
”Mosi Tidak Percaya”
Orang-orang yang kita pilih dan percaya untuk menyuarakan kepentingan kita, ternyata bagai tercebur ke dalam kolam racun. Geram sejak lirik-lirik pertama; ”Ini masalah kuasa/ Alibimu berharga/ Kalau kami tak percaya/ Lantas kau mau apa?”, lalu mengajak sing- a long bertubi-tubi ”Ini mosi tidak percaya/ Kami tak mau lagi diperdaya”. Lagu yang langsung. Gemuk aroma punk rock.
”Lagu Kesepian”
”Ku tak melihat kau membawa terang yang kau janjikan...” Lagu cinta, tentang janji tak digenapi. Dominasi nuansa akustik.
”Hujan Jangan Marah”
Lagu tertua di album ini, diciptakan tahun 1999 ketika banjir terjadi di Jakarta. Lagu ini adalah doa, agar alam tidak lekas marah. Harapannya, hujan turun sesuai siklusnya. Sayang, manusia merusak itu. Komposisi musik sangat terpengaruh oleh gaya ”pop progresif Indonesia” yang sempat popular di era 70-an.
”Kenakalan Remaja di Era Informatika”
Video phone sex semakin merajalela, saatnya bersikap dewasa terhadap teknologi. Single pertama album ini.
”Menjadi Indonesia”
Kapankah Indonesia bangun dari tidur? Nuansa patriotis, judul lagu terinspirasi dari judul yang sama pada buku karangan Parakitri T. Simbolon.
”Kamar Gelap”
Kenyataan, fotografi, dan sisi gelap-terangnya.
”Jangan Bakar Buku”
”Karena setiap lembarnya mengalir berjuta cahaya...” Negara ini punya sejarah yang panjang tentang pembakaran buku. Menurut kami, buku untuk dibaca, bukan dibakar, apa pun alasannya. Turut serta Ade Firza Paloh dari SORE pada vokal dan Iman Fattah (LAIN, Zeke And The Popo) pada gitar.
”Banyak Asap di Sana”
Tentang pemerataaan sumber daya/ekonomi yang seringkali menyebabkan para pemuda pemudi lari ke kota dan menggantungkan cita-citanya di sana. Hanya nama itu berulang di kepala: ”kota...kota...kota..”.
”Laki-laki Pemalu”
Ungkapan cinta tak sempat terucap. Diiringi alunan waltz malu-malu. Ramondo Gascaro dari SORE bermain keyboard. Ade Firza Paloh menyudahi lagu dengan vokal latar yang tenang.
”Balerina”
Hidup bagai balerina, adalah keseimbangan. Petikan gitar jangly menari-nari, menjadi penutup album ini.
Selamat menikmati Kamar Gelap. Dirilis Jumat, 19 Desember 2008 oleh Aksara Records.
*Efek Rumah Kaca adalah: Cholil (vokal, gitar), Adrian (bas, vokal latar), dan Akbar (drum, vokal latar). Album debut Efek Rumah Kaca dirilis September 2007 oleh Paviliun Records, menuai cukup banyak respon positif dari kalangan media, kritikus, dan pendengar musik Indonesia. Mengantarkan Efek Rumah Kaca tampil di sejumlah kota di Indonesia pada sepanjang 2008, sekaligus antara lain meraih MTV Indonesia Awards 2008, “Rookie of The Year 2008” versi Rolling Stone Indonesia, dan nominator AMI Awards 2008.
Press Realease - ERK Read Selanjutnya :D
Self Titled - Efek Rumah Kaca

Sebuah album pop emosional dengan penjiwaan yang begitu dalam, namun ini bukan tentang putus cinta dan mereka tidak menggunakan fashion potongan rambut gondrong depan berponi. Tetapi ini adalah sebuah album pop yang memiliki kedewasaan dan kekritisan pola pikir.
Menggunakan lirik-lirik cerdas berisikan pesan yang tersirat penuh makna dan arti. Di iringi oleh progresi cord dan agresifitas melodi impulsif. Saya rasa album ini akan mudah menarik perhatian para penggemar musik di Indonesia, terutama mereka yang mengisi hari-harinya memuja album-album progresif dengan melodi ngejelimet namun membutuhkan sesuatu yang sedikit lebih ringan, tapi tetap memiliki kualitas yang cerdas.
Begitupula album ini akan cocok jika kamu sudah bosan dengan begitu instantnya lagu-lagu pop yang beredar saat ini. Apalagi lirik sebagian besar hits pengisi chart lagu Indonesia mainstream yang bertemakan selingkuh dan selingkuh lagi ditambah lagi kenyataan lagu-lagu ‘hits’ tersebut menggunakan aransemen cupu yang sama sekali ga keren.
Efek Rumah Kaca adalah penyegaran bagi musik Indonesia, menjadi sebuah renungan bagi kita untuk lebih menghargai hidup kita. Dimana kita diajak untuk menghargai kaum gay (bukan lawan jenis), menghargai lingkungan (efek rumah kaca). Sekaligus merenung tentang penindasan yang dilakukan oleh para penguasa (Jalang, di Udara). Dan berbagai macam aspek kehidupan lainnya.
Saya merekomendasikan lagu “Jatuh Cinta itu Biasa Saja” dengan lirik yang terasa begitu romantis tanpa menjadi cheesy “… kita berdua tak pernah mengucapkan maaf, tapi saling mengerti, kita berdua tak hanya menjalani cinta tapi menghidupi…”
Saya juga menyukai “Di Udara” yang saya rasa dapat menjadi single terkuat dialbum ini, dengan pesan yang begitu straight to the point mengkritisi para mafia yang dekat dengan penguasa, yang selalu mengancam kebenaran. “… ku bisa tenggelam dilautan, aku bisa diracun diudara, aku bisa terbunuh di jalan raya, tapi aku tak pernah mati, tak akan berhenti…” yang di dedikasikan kepada almarhum Munir.
Akhir kata, album ini dapat dikatakan sebuah album yang bagus dan berkarakter. Semoga mereka bisa terus berkarya dan tetap produktif menulis lagu. Dan begitu besar harapan saya moga-moga saja mereka tidak terjebak dalam repetisi-repetisi ‘pendewasaan’ yang begitu tipis bedanya dengan ‘kehabisan ide’ seperti banyak band lainnya.
Efek Rumah Kaca
Pada awalnya, band ini dibentuk dengan nama “Hush” akan tetapi seiring dengan terjadinya perubahan personil, band ini berganti nama menjadi “Superego.” Namun nama tersebut bukanlah perubahan nama terakhir bagi band ini. Pada tahun 2006, mereka mulai menelurkan album dan dalam album tersebut terdapat lagu yang berjudul “Efek Rumah Kaca.” Atas saran dari manager mereka Bin Harlan Boer (ex vokalis C’mon Lennon), maka diambilah “Efek Rumah Kaca” sebagai nama band mereka, menurutnya nama tersebut cocok dengan konsep lagu mereka yang cenderung mengkritisi kondisi alam.
Efek Rumah Kaca memiliki perbedaan sendiri dalam lagu-lagu yang disuguhkannya. Lagu-lagu mereka tidak hanya membahas masalah percintaan yang seakan menjadi mayoritas konsep lagu di tanah air ini. Band ini lebih cenderung mengangkat konsep yang ekstrim seperti gay, polusi, pemanasan global, hingga tentang perjuangan aktivis Munir.
Untuk debut albumnya sendiri dimulai pada Oktober 2007 dengan judul self-title “Efek Rumah Kaca” dibawah naungan Paviliun Record. Dalam album tersebut disuguhkan 12 lagu yang sebelumnya telah mereka tulis sejak tahun 1998.
Bagi “Efek Rumah Kaca” warna musik mereka adalah pop karena mereka merasa tidak mengunakan banyak distorsi dalam lagu-lagu mereka seperti selayaknya musik rock. Akan tetapi kebanyakan orang menyimpulkan kalau warna musik mereka itu adalah post-rock dan sebagian orang lagi menyebut shoegaze. Tergantung apa yang kalian dengar, yang pasti band ini memiliki kretifitas yang tercermin dalam lirik-lirik lagunya.

